AdaptNet, 5 Oktober 2010

Hello! The below report is written in . To translate the full report, please use the translator in the top right corner of the page. Do not show me this notice in the future.

Recommended Citation

"AdaptNet, 5 Oktober 2010", ADAPTNet Bahasa Indonesian Edition, October 05, 2010, https://nautilus.org/adaptnet/adaptnet-5-oktober-2010/

AdaptNet, 5 Oktober 2010

1. Adaptasi di Dataran Timur Laut Arnhem, Australia – Perspektif Penduduk Asli
2. Mengurangi Kerentanan Iklim Komunitas Pesisir – Samoa
3. Peta Jalan untuk Menangani Tantangan Belmont
4. Biaya dan Manfaat Adaptasi di Negara-Negara Berkembang
5. Tren Iklim Ekstrem yang Mempengaruhi Pemukiman Penduduk
6. Konferensi Internasional Kelima mengenai Adaptasi Berbasis Komunitas

1. Adaptasi di Dataran Timur Laut Arnhem, Australia – Perspektif Penduduk Asli
Studi ini berusaha meningkatkan pemahaman faktor-faktor penting dalam mengintegrasikan perspektif para penduduk asli dalam perencanaan kebijakan adaptasi di Dataran Timur Laut Arnhem (komunitas Yolngu) di negara Australia. Studi ini mengusulkan bahwa diperlukan strategi dan kebijakan untuk memperkuat kapasitas adaptasi komunitas tersebut untuk mengurangi masalah besar kemiskinan dan kesejahteraan pada umumnya, juga untuk menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi pada iklim.

‘Perubahan-Perubahan aneh’: Perspektif Penduduk Asli mengenai Perubahan Iklim dan Adaptasi di Timur Laut Dataran Arnhem (Australia), L. Petheram dkk., Global Environmental Change (artikel dalam media massa), 2010

2. Mengurangi Kerentanan Iklim Komunitas Pesisir – Samoa
Makalah ini menjelaskan sebuah program yang dilakukan di Samoa (Samoa Infrastructure and Asset Management – SIAM) untuk mengurangi kerentanan infrastruktur di pesisir Samoa akibat ancaman yang terkait iklim di dalam konteks tantangan pembangunan yang lebih luas. Program ini mengembangkan sebuah kerangka kerja tata guna lahan dan manajemen bencana, yang memberi peluang untuk mengeksplorasi bagaimana kerangka kerja serupa dapat digunakan untuk negara berkembang yang merupakan pulau kecil.

Area KebijakanL Mengurangi Kerentanan Iklim pada Komunitas Pesisir di Samoa, Michele Daly dkk., Journal of International Development, vol. 22, hal. 265 – 281, 2010 [438 KB, PDF]

3. Peta Jalan untuk Menangani Tantangan Belmont
Tantangan Belmont bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan untuk mendukung aksi manusia dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan hidup regional. Laporan awal ini mengkaji kemauan, kesiapan, dan kapasitas komunitas peneliti internasional untuk melakukan tanggapan terhadap Tantangan ini serta menangani isu-isu yang terkait dengan penelitian di bidang integrasi cuaca, iklim, ekosistem, energi, kesehatan, pertanian, dan ilmu sosial.

Perubahan Lingkungan Hidup Regional: Aksi Manusia dan Adaptasi – Apa yang Diperlukan untuk Memecahkan Tantangan Belmont? International Council for Science (ICSU), Paris, Agustus 2010 [946 KB, PDF]

4. Biaya dan Manfaat Adaptasi di Negara-Negara Berkembang
Makalah ini memberi fokus pada isu-isu ekonomi yang berpengaruh di negara-negara berkembang dimana adaptasi iklim sangat diperlukan, serta dimana masih ada beragam hambatan yang harus ditangani pada saat yang bersamaan. Makalah ini mengembangkan sebuah kerangka kerja untuk melakukan analisis biaya dan manfaat dari adaptasi perubahan iklim di negara-negara berkembang, serta dalam konteks-konteks spesifik agar dapat diaplikasikan pada penelitian yang dilakukan di masa depan.

Adaptasi Perubahan Iklim di Negara-Negara Berkembang: Isu-Isu dan Perspektif untuk Melakukan Analisis Ekonomi, Muyeye Chambwera dan Jesper Stage, International Institute for Environment and Development (IIED), Inggris, 2010 [158 KB, PDF]

5. Tren Iklim Ekstrem yang Mempengaruhi Pemukiman Penduduk
Melakukan identifikasi tren iklim ekstrem merupakan sesuatu yang sangat penting agar sebuah komunitas dapat mengembangkan strategi yang berhasil untuk menangani kejadian-kejadian ekstrem dengan frekuensi dan intensitas yang berganti-ganti. Ulasan ini mempertimbangkan tren iklim ekstrem yang ditemukan dalam dokumentasi sejarah juga yang diproyeksi dari beberapa model iklim global untuk beberapa dekade di masa depan. Makalah ini membahas strategi manajemen dari beberapa contoh terbaru kejadian cuaca ekstrem dan mempertimbangkan kebutuhan di masa depan untuk berbagai komunitas agar mereka dapat menangani kejadian iklim ekstrem.

Tren Iklim Ekstrem yang Mempengaruhi Pemukiman Penduduk, Michael J Manton, Opini dalam Publikasi Environmental Sustainability, vol. 2, hal.151–155, Juni 2010 [134 KB, PDF]

6. Konferensi Internasional Kelima mengenai Adaptasi Berbasis Komunitas
Konferensi ini akan berlangsung di Dhaka, Bangladesh, pada tanggal 24-31 Maret 2011. Konferensi ini terbuka bagi siapa saja yang tertarik dengan kegiatan adaptasi berbasis komunitas, termasuk para pembuat kebijakan, lembaga swadaya masyarakat, institut riset dan kebijakan, akademisi, dan para praktisi terutama mereka yang fokus bergerak di bidang adaptasi. Paper untuk disertakan dalam konferensi ini bisa dikumpulkan paling lambat pada tanggal 31 Oktober 2010.

Konferensi Internasional Kelima mengenai Adaptasi Berbasis Komunitas, International Institute for Environment and Development (IIED), Ring Alliance of Policy Research Organizations, and the Bangladesh Centre for Advanced Studies (BCAS), Dhaka, Bangladesh, 24-31 Maret 2011

 

AdaptNet dalam Bahasa Inggris tersedia di: AdaptNet 5 October 2010